The Ghost Writer (Sang Penulis Bayangan)
![]() |
The Ghost Writer |
The Ghost Writer (2010 - Summit)
Directed : Roman Polanski
Screenplay : Robert Harris, Roman Polanski
Produced : Robert Benmussa, Roman Polanski, Alain Sarde
Cast : Ewan McGregor, Pierce Brosnan, Olivia Williams, Kim Cattrall, Timothy Hutton, Tom Wilkinson, James Belushi, Robert Pugh, Jon Bernthal.
Based on the novel by Robert Harris
The Ghost Writer . Sang Penulis Bayangan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Pengarang : Robert Harris
Tebal : 320 halaman
Harga : Rp 50.000,-
Cetakan Kedua Maret 2010
Sudah
cukup lama aku melihat buku ini terpajang di rak buku Gramedia, tetapi
tidak ada keinginan untuk membelinya hingga suatu hari akhirnya novel
ini di-film-kan. Banyak pujian yang mengalir sehingga mebuatku penasaran
tentang apa sebenarnya novel dan film ini.
Membaca
judulnya, The Ghost Writer (Sang Penulis Bayangan) mungkin kamu
beranggapan novel ini bercerita tentang hantu, makhluk halus dan
sejenisnya. Aku pun awalnya berpikiran seperti itu. Namun, ternyata
novel ini adalah tentang politik. Ya, politik. Sepertinya agak berat ya?
Hehehe...

Tapi,
karena justru itulah aku tertearik dengan novel ini. Temanya berbeda
dengan buku yang selama ini aku baca. Maklum, sedang bosan dengan cerita
fantasi.
Pernah membaca sebuah buku tentang seorang tokoh besar (biografi)?
Mungkin
saja nama pengarang atau orang yang menyusun buku tersebut adalah bukan
yang teercantum dalam buku tersebut. Bisa saja disusun dan ditulis oleh
orang lain yang tidak diketahui oleh publik. Mungkin saja orangnya
tidak terkenal dan tidak dikenal oleh siapa-siapa kecuali bagian
penerbit buku. Itulah yang kira-kira disebut dengan Penulis Bayangan
(The Ghost Writer). Karena dia benar-benar bekerja di balik layar atau
kalau mau dikatakan ud-nderground kali yak? (bikin istilah seenaknya.
Hahaha)
Begitulah
yang dialami oleh seorang Penulis Bayangan (The Ghost Writer) yang
direkrut untuk menulis autobiografi seorang mantan Perdana Menteri
Inggris, Adam Lang, setelah beberapa hari sebelumnya Sang ajudan politik
Adam Lang, yaitu McAra meninggal secara tak wajar.
McAra
membantu penulisan memoar sang Perdana Menteri yang menghadapi tuntutan
perang. Kematiannya dianggap tidak wajar karena ditemukan tewas di
pantai sunyi Martha’s Vineyard.
Setelah
terlibat di dalamnya. Sang Penulis Bayang perlahan-lahan menemukan
sesutu yang tidak wajar dalam penulisan autobiografi sang Perdana
Menteri tersebut.
Banyak
rahasia yang terselubung dan menyimpan misteri. Apalagi pada saat ada
yang menyerang sang Penulis Bayangan dan mengambil naskah yang diduga
naskah Adam Lang.
Semakin
mendalami penyusunan naskah ini dan semakin dalam melakukan riset
menyeluruh tentang masa lalu Adam Lang, semakin banyak hal ganjil yang
ditemui sang Penulis Bayangan. Apalagi sampai mengancam jiwanya. McAra
yang ditemukan tewas pun barangkali disebabkan karena mengetahui terlalu
banyak rahasia – rahasia yang mengancam jiwanya.
Ada
apa sebenarnya di balik kisah masa lalu Adam Lang? Bagaimana dengan
istri sang Perdana Menteri, Ruth Lang? Apa peran sang sekretaris
Amelia?
Banyak
misteri yang dihadapi Sang Penulis Bayangan. Aku tidak ingin
menceritakan lebih lanjut, biar penasaran (emang ceritaku mengundang
rasa penasaran?) dan temukanlah jawaban atas rahasia-rahasia dengan
membaca novelnya dan/atau menonton filmnya.
--
Yang
unik adalah bahwa Sang Penulis Bayangan (The Ghost Writer) sama sekali
tidak disebutkan namanya. Namanya siapa, tidak pernah diketahui oleh
pembaca. Benar-benar orang di balik layar yang tentu saja masih memilki
bayangan (apa sih?).
Selain
itu pula, setiap bab di novel ini diawali dengan sebuah informasi
mengenai Sang Penulis Bayangan (atau bisa juga dibilang tips menjadi The
Ghost Writer)
Butuh
perjuangan yang cukup lama bagiku untuk menghabiskan novel ini. Sekitar
5 bulan kalau gak salah. Bukan karena novel ini tidak menarik, namun
karena akhir-akhir ini minat membacaku menurun drastis. Jangankan
novelsetebal 318 halaman ini, komik pun yang bisa dibaca sekali duduk
selama setengah jam tidak berminat untuk aku lakukan.
Namun,
karena kesabaran akhirnya novel ini aku selesaikan juga bulan Januari
2011 dan itu pun menghabiskan setengah bagian isi novel ini yang
ternyata sungguh menarik. Mengapa saya katakan menarik? Karena saya
tidak ingin melepaskannya hingga akhir cerita novel ini. Rasa penasaran,
ketegangan dan keingintahuan tentang apa yang akan terjadi dan nasib
Sang Penulis Bayangan benar-benar menghipnotisku untuk segera
menghabiskan novel ini.
Buku Vs. Film
Aku
menahan diri untuk tidak segera menonton film The Ghost Writer ini
sebelum menghabiskan novelnya. Alasan utamaku adalah, aku ingin segera
menghabiskan membaca novel ini kemudian ingin melihat visualisasinya
seperti apa.
Seringkali
ketika aku menonton film yang diangkat dari sebuah novel, maka aku
tidak lagi begitu berminat membaca novel-nya. Sungguh berbeda dengan
membaca novel-nya terlebih dahulu, kemudian menonton filmnya walaupun
garis besar ceritanya tentu saja sudah aku ketahui.
Beberapa
bulan terakhir ini aku menyadari bahwa tidaklah bijaksana membandingkan
sebuah novel dan filmnya. Hal ini disebabkan karena buku dan film
adalah dua media yang berbeda.
Tentu
banyak yang kita dengar bagaimana kekecewaan yang dilontarkan oleh
pembaca setia novel yang menonton film yang diangkat dari novel
kesayangannya tersebut. Salah satu alasannya tentu saja karena tidak
memungkinkan untukmemasukkan semua elemen yang ada di buku ke dalam film
yang berdurasi sekitar 2 jam. Mau berapa lama durasinya? Dan tentu saja
budget yang dibutuhkan berapa? Aah.. tentu saja ini bukan urusan kita
ya dan penonton pun tidak mau tahu. Hehehe...
Berbicara
mengenai The Ghost Writer ini, baik novel maupun filmnya, kedua-duanya
memuaskan saya walaupun ada beberapa hal yang berbeda dibandingkan buku
dan filmnya.
Tentu
saja bukan masalah tidak semua yang ada dibuku divisualisasikan melalui
film ini. Tap, yang ingin saya sroti perbedaannya adalah mengenai
ending novel dan film ini.
Sungguh berbeda menurut saya. Tetapi kedua-duanya memiliki kelebihan masing-masing.
Ending
di novel mungkin akan lebih memuaskan pembaca dibandingkan dengan di
film karena menurut saya ending di novel lebih terasa jelas dan mudah
dimengerti oleh pembaca.
Namun,
ending di film justru menarik dengan adanya suatu pertanyaan yang
‘mungkin masih’ tersisa. Selain itu pula, penyelesaian suatu misteri di
filmnya lebih dimengerti kata-katanya dan lebih terasa masuk akal. Di
novel-nya justru terdapat kata-kata yang agak janggal untuk misteri
tersebut. Hal ini mungkin disebabkan karena kesalahan penerjemahan atau
memang seperti itu adanya. Melalui film saya lebih mengerti maksud
sebenarnya apa, dan mengenai apa sebenarnya yang terjadi kepada si
Penulis Bayangan novelnya memuaskan saya. Hehehe..
Sebenarnya
ingin membahas suatu film dari segi editing, cinematografi dan juga
hal-hal lainnya. Tapi, aku belum memiliki kemampuan untuk itu. Belum
ngerti. Jadi harus belajar dulu. Hehehehe.. (sebenarnya alasan lain
adalah, aku merasa keren aja bisa membahas film dari segi sinematografi,
pengambilan gambar, editing, music score dll.)
Dan inilah penilaian saya terhadap The Ghost Writer ini.
The Ghost Writer (Novel)
Rating : 8,25/10
Sebagai
sebuah novel, The Ghost Writer enak untuk dibaca. Tidak perlu
mengetahui banyak tentang politik untuk bis menikmati novel ini.
Lagipula bahasa yang digunakan pun tidak berat dan bahasa-nya mengalir
enak untuk terus diikuti sampai akhir kisah ini.
The Ghost Writer (The Movie)
Rating : 7,75/10
Sebagai
sebuah film, The Ghost Writer adalah film yang menarik dan enak untuk
diikuti walaupun bertema penulis dan politik. Tidak perlu berpikir
terlalu berat untuk bisa menikmati film ini.
Acting para pemeran di film ini aku rasa pas. Nuansa yang diciptakan dan setting-nya mendukung untuk cerita ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar